Koori Nagawa Network. Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan posting dengan label Ilmu Ekonomi. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Ilmu Ekonomi. Tampilkan semua posting

PENGANTAR ILMU EKONOMI


Definisi ilmu ekonomi

Berasal dari bahasa Yunani yaitu oikus dan nomos (tata laksana rumah tangga)
Orang yang mengembangkan ilmu ekonomi mulai dari Aristoteles (zaman romawi kuno), kemudian muncul pelopor bapak ekonomi yaitu Adam Smith (1723-1790), kemudian muncul bapak ekonomi modern John Maynard Keynes (1883-1946), Kemudian Muncul Penerima Nobel Ekonomi yaitu PA Samuelson (1972)

Secara sederhana ilmu ekonomi adalah upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan (yang tidak terbatas) dengan menggunakan (alat pemuas) yang jumlahnya terbatas.

ILMU EKONOMI

Menurut PA Samuelson ilmu ekonomi adalah studi mengenai cara-cara manusia dan masyarakat menentukan/menjatuhkan pilihannya, dengan atau tanpa menggunakan uang untuk menggunakan sumber-sumber produktif yang langka yang dapat mempunyai penggunaan-penggunaan alternatif, untuk memprodusir berbagai barang serta membagikannya untuk dikonsumsi, baik untuk waktu sekarang maupun yang akan datang, kepada berbagai golongan dan kelompok dalam masyarakat .

Pokok pemikiran ilmu ekonomi

Pertama
Masalah utama dalam ilmu ekonomi adalah masalah pemilihan (problem of choise). Pemilihan sumber-sumber produktif yang mempunyai penggunaan –penggunaan alternatif. Setiap barang tentu memiliki lebih dari satu penggunaan.

Kedua
Kenyataan bahwa sumber-sumber produktif itu merupakan barang-brrang langka atau jarang. Bukan barang yang berlimpah seperti udara, air di lautan atau pasir di padang pasir.

Ketiga
Keharusan menggunakan uang dalam proses perekonomian hanyalah masalah kedua.
Masalah utamanya adalah penentuan pemilihan. Berdasarkan pemilihan tersebutlah dilakukan produksi.
Proses ekonomi tidak akan berhenti hanya karena tidak ada uang.

Keempat
Produksi dan konsumsi harus selalu ada secara bersama-sama.
Harus ada sekelompok anggota masyarakat yang membuat barang dan jasa guna dipakai atau dinikmati hasilnya oleh kelompok anggota masyarakat lain.

Kelima
Biaya dan keuntungan.
Setiap perbaikan dan alokasi sumber-sumber tentunya memerlukan biaya.
Setiap perbaikan dan alokasi sumber-sumber bertujuan memperoleh keuntungan.

TUGAS ILMU EKONOMI

Mempertemukan antara keinginan dan kebutuhan manusisa yang tidak terbatas dengan menggunakan alat pemuas yang terbatas.

Kebutuhan Manusia
Kebutuhan manusia yang pertama adalah pakaian, makan, minum, tempat tinggal.
Kebutuhan kedua seperti sepatu, sepeda, pendidikan dsb.
Kebutuhan ketiga dan seterusnya seperti rasa aman, sosialisasi, aktualisasi diri.

Alat pemuas dapat berupa :
Barang dan jasa
Sumberdaya

Pembagian Ilmu Ekonomi
Ilmu Ekonomi deskriptif, yaitu menggambarkan keadaan ekonomi tertentu.
Ilmu ekonomi teori, yaitu menganalisis ekonomi tertentu dan menjelaskannya

Terdiri dari :
Ilmu ekonomi mikro
Ilmu ekonomi makro
Ilmu ekonomi terapan, yaitu menggunakan teori ekonomi untuk mengatasi berbagai masalah ekonomi

BARANG
Benda yang dapat memenuhi kebutuhan manusia disebut barang. Jadi barang harus berguna atau bermanfaat.

Kegunaan barang dirinci sebagai berikut:
1.Berguna karena bentuknya. Contohnya tanah diubah menjadi bata untuk membangun rumah, pohon bambu berbentuk bulat memanjang untuk tiang rumah.
2.Berguna karena waktu. Contohnya payung berguna pada saat hujan atau panas terik, buah yang sudah masak dan harus segera dimakan.
Kegunaan Barang
3.Berguna karena tempatnya. Contohnya kain wool lebih bermanfaat digunakan di daerah kutub, palu lebih bermanfaat ditempatkan di bengkel dari pada dikejaksaan.
4.Berguna karena pemilikan. Contohnya cincin kawin dan warisan.
5.Berguna karena unsurnya. Contohnya lahan di Kalimatan subur karena mengandung humus, tanah di Arab Saudi mengandung minyak.

PRODUKSI
Pembuatan barang dan jasa.
Produsen meliputi, pembuat sepatu, pembuat minyak goreng, pembuat mebel, psikiater, akuntan, tukang cukur, anggota band, pesulap dsb.
Secara luas produksi adalah setiap proses menciptakan nilai atau memperbesar nilai suatu barang.

FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI
Sumber daya alam.
Sumber daya manusia.
Kapital.
Kecakapan managerial.

Keempat faktor diatas merupakan sumber-sumber produktif. Maju mundurnya suatu bangsa terutama tergantung pada kuantitas dan kualitas keempat faktor tersebut.

BADAN USAHA
Ada beberapa jenis badan usaha yang diijinkan dibentuk di Indonesia.
Badan usaha berbentuk Firma (Fa), perseroan komanditer atau commanditaire venootschap (CV), perseroan terbatas (PT), yayasan, koperasi.

Tujuan pembentukan bisa bersifat mencari laba (profit oriented) maupun nirlaba (non profit oriented)

BADAN USAHA
Fa adalah badan usaha yang didirikan untuk menjalankan usaha secara bersama-sama dimana tiap pesero berhak untuk bertindak, untuk menerima dan mengeluarkan uang serta mengikat perjanjian dengan pihak ketiga atas nama Fa. Setiap pesero secara tanggung renteng bertanggung jawab atas segala perikatan dengan Fa.
Yayasan biasanya dibentuk untuk tujuan nirlaba.
Koperasi merupakan kumpulan orang yang menjalankan usaha bersama untuk kepentingan bersama.
CV merupakan bentuk lain dari Fa dimana terdapat pesero yang hanya menyerahkan modal dan pesero yang menjalankan aktivitas badan usaha.
Pesero yang hanya menyerahkan modal tidak diijinkan menjalankan aktivitas badan usaha.
Pesero yang hanya menyerahkan modal hanya bertanggung jawab sebesar modal yang diserahkan dan tidak diharuskan untuk mengembalikan keuntungan yang menjadi bagiannya apabila badan usaha tersebut mengalami kerugian atau pailit.
PT adalah badan hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal yang seluruhnya terbagi dalam saham.
Kekayaan dan utang perseroan terpisah dari kekayaan dan utang pemegang saham.
Kekuasaan tertinggi berada pada rapat umum pemegang saham.
Tanggung jawab pemegang saham terbatas pada saham uang disetorkan.
Terdapat pemisahan fungsi antara pemegang saham dan pengurus.
Perseroan terbatas pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua, perseroan terbatas tertutup dan terbuka.
Perseroan terbatas tertutup sahamnya hanya dimiliki oleh sekolompok orang tertentu. Sedangkan perseroan terbatas terbuka sahamnya bisa dimiliki umum dan diakhir nama perseroan dibubuhi kata terbuka (Tbk).

PERMINTAAN
Permintaan suatu barang merupakan jumlah barang yang mana pembeli bersedia membelinya pada tingkat harga yang berlaku pada suatu pasar tertentu dalam waktu tertentu.

Hukum Permintaan
Kalau terjadi penurunan harga maka tiap orang cenderung membeli lebih banyak dan orang yang tadinya tidak mampu membeli menjadi mampu membeli (jumlah barang diminta lebih banyak), dan sebaliknya.

Faktor yang mempengaruhi permintaan
1.Harga barang itu sendiri, makin rendah harga suatu barang makin banyak jumlah permintaan barang tersebut, dan sebaliknya makin tinggi harga suatu barang makin sedikit jumlah permintaan barang tersebut (asumsi ceteris paribus atau faktor lain tetap)
2.Pendapatan masyarakat
Penggolongan barang :
a. Barang inferior (kualitas rendah) :
pendapatan naik, jumlah permintaan barang
inferior berkurang, dan sebaliknya (asumsi ceteris
paribus)
b. Barang normal :
pendapatan naik, jumlah permintaan barang normal
bertambah, dan sebaliknya (asumsi ceteris paribus)
3.Selera masyarakat
Apabila selera masyarakat meningkat terhadap barang tertentu, maka jumlah permintaan akan barang tersebut akan meningkat, dan sebaliknya (asumsi ceteris paribus)
4.Jumlah penduduk
Semakin bertambah jumlah penduduk, semakin bertambah jumlah permintaan barang tersebut, dan sebaliknya (asumsi ceteris paribus)
5.Harga Barang Lain
a. Barang substitusi/pengganti :
apabila harga barang x naik, maka jumlah permintaan barang pengganti y naik, dan sebaliknya (asumsi ceteris paribus)
b. Barang komplementer (asumsi ceteris paribus)
apabila harga barang x naik, maka jumlah permintaan barang komplementer y berkurang , dan sebaliknya (asumsi ceteris paribus)
6.Perkiraan/ekspektasi
Apabila diperkirakan pada masa akan datang harga akan naik, maka jumlah permintaan lebih banyak pada saat ini, dan sebaliknya (asumsi ceteris paribus)

PENAWARAN
Penawaran suatu barang merupakan jumlah barang yang mana penjual bersedia menjualnya pada tingkat harga yang berlaku pada suatu pasar tertentu dalam waktu tertentu.

Hukum Penawaran
Kalau terjadi penurunan harga maka tiap penjual cenderung menawarkan lebih sedikit dan penjual akan menahan barannya (jumlah barang ditawarkan lebih sedikit). Dan sebaliknya kalau terjadi kenaikan harga, penjual merasa lebih menguntungkan menjual barang tersebut sehingga akan menambah penawaran barang tersebut.

Faktor yang mempengaruhi penawaran
1.Harga barang itu sendiri, makin rendah harga suatu barang makin berkurang jumlah penawaran barang tersebut, dan sebaliknya makin tinggi harga suatu barang makin banyak jumlah penawaran barang tersebut (asumsi ceteris paribus atau faktor lain tetap)
2.Teknologi : semakin baik teknologi yang digunakan semakin banyak jumlah barang yang ditawarkan, dan sebaliknya (asumsi ceteris paribus)
3.Biaya produksi : semakin tinggi biaya produksi suatu barang semakin sedikit jumlah barang yang ditawarkan dan sebaliknya (asumsi ceteris paribus)
4.Banyaknya produsen : semakin banyak produsen semakin banyak jumlah barang yang ditawarkan, dan sebaliknya (asumsi ceteris paribus)
5.Harga Barang Lain
a. Barang substitusi/pengganti :
apabila harga barang x naik, maka jumlah penawaran barang pengganti y naik, dan sebaliknya (asumsi ceteris paribus)
b. Barang komplementer (asumsi ceteris paribus)
apabila harga barang x naik, maka penawaran barang komplementer y berkurang, dan sebaliknya (asumsi ceteris paribus)
6.Perkiraan/ekspektasi
Apabila diperkirakan pada masa akan datang harga akan naik, maka jumlah penawaran lebih sedikit pada saat ini, dan sebaliknya (asumsi ceteris paribus)

Elastisitas
Adalah : perbandingan (rasio) antara persentase perubahan jumlah yg diminta/ ditawarkan dengan persentase perubahan harga

Beberapa faktor tertentu mempengaruhi elastisitas :
1.Ada tidaknya barang pengganti.
2.Luas-sempitnya penggunaan barang.
3.Penting tidaknya bagi kehidupan.

Jesnis-jenis elastisitas
Tidak elastis : apabila persentase perubahan harga lebih besar dari pada persentase perubahan jumlah yang diminta/ditawarkan, nilai E antar 0 dan 1
Elastis : apabila persentase perubahan harga lebih kecil dari pada persentase perubahan jumlah yang diminta/ditawarkan, nilai E lebih besar dari 1

Pasar
Pengertian Pasar :
1.Dalam arti sempit : pasar adalah tempat dimana barang diperjualbelikan atau tempat pertemuan antara penjual dan pembeli (tempatnya pasti/tetap)
2.Dalam arti luas : pasar adalah keseluruhan proses dimana pembeli dan penjual saling berinteraksi untuk menentukan/menetapkan harga.

Macam-macam Pasar :
1. Pasar Barang adalah pasar yang menjual produk dalam bentuk barang. dibagi lagi menjadi dua :
a. Pasar Barang Nyata / Riil adalah pasar yang menjual produk dalam bentuk barang yang bentuk dan fisiknya jelas, seperti pasar bambu kuning.
b. Pasar Barang Abstrak adalah pasar yang menjual produk yang tidak terlihat atau tidak riil secara fisik. Seperti pasar komoditas / komoditi yang menjual barang semu seperti pasar karet, pasar tembakau, pasar timah, pasar kopi dan lain sebagainya.
2. Pasar Jasa / Tenaga adalah pasar yang menjual produknya dalam bentuk penawaran jasa atas suatu kemampuan. Contoh Rumah Sakit yang menjual jasa kesehatan, Pangkalan Ojek yang menawarkatn jasa transportasi sepeda motor, dan lain sebagainya.
3. Pasar Uang dan Pasar Modal
a. Pasar Uang adalah pasar yang memperjual belikan mata uang negara-negara yang berlaku di dunia. Pasar ini disebut juga sebagai pasar valuta asing / valas / Foreign Exchange / Forex. Contoh Bursa Efek
b. Pasar Modal adalah pasar yang memperdagangkan surat-surat berharga . Contohnya Bursa Efek

Penggolongan Pasar
1. Berdasarkan Wujudnya, dibedakan menjadi :
a. Pasar Konkret (pasar nyata) merupakan pasar yang menunjukkan suatu tempat terjadinya hubungan secar langsung (tatap muka) antara pembeli dan penjual. Misalnya pasar-pasar tradisional dan swalayan
b. Pasar Abstrak (tidak nyata) merupakan pasar yang menunjukkan hubungan antara penjual dan pembeli, baik secara langsung maupun tidak langsung, barangnya tidak secara langsung dapat diperoleh pembeli. Misalnya, pasar modal di Bursa Efek Indonesia, internet.
2. Berdasarkan Waktu Terjadinya, dibedakan menjadi :
a. Pasar Harian merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap hari. Misalnya pasar pagi, toserba, dan warung-warung.
b. Pasar mingguan merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu minggu sekali. Misalnya pasar hari senin yang ada di daerah pedesaan
c. Pasar bulanan merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu bulan sekali. Misalnya pasar di depan kantor-kantor tempat pensiunan atau purnawirawan yang mengambil uang tunjangan pensiunannya tiap awal bulan.
d. Pasar tahunan merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu tahun sekali. Misalnya Pekan Raya Jakarta, pasar malam, dan pameran pembangunan.
e. Pasar temporer merupakan pasar yang dapat terjadi sewaktu-waktu dalam waktu yang tidak tentu (tidak rutin) pasar ini biasanya terjadi pada peristiwa tertentu. Misalnya pasar murah, bazar.
3. Berdasarkan Luas Jangkauannya, dibedakan menjadi :
a. Pasar lokal merupakan pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai daerah atau wilayah tertentu saja.
b. Pasar nasional merupakan pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai daerah atau wilayah dalam suatu negara. Misalnya, pasar kayu putih di Ambon dan pasar tembakau di Deli.
c. Pasar internasional penjual dan pembeli dari berbagai negara. Misalnya pasar tembakau di Bremen Jerman.
4. Berdasarkan Hubungannya Dengan Proses Produksi, dibedakan menjadi :
a. Pasar output (pasar produk) merupakan pasar yang memperjualbelikan barang-barang hasil produksi (biasanya dalam bentuk jadi).
b. Pasar input (pasar faktor produksi) merupakan interaksi antara permintaan dan penawaran terhadap barang dan jasa sebagai masukan pada suatu proses produksi (sumber daya alam, berupa bahan tambang, hasil pertanian, tanah, tenaga kerja, dan barang modal).
5. Berdasarkan Strukturnya (Jumlah Penjual Dan Pembeli), dibedakan jadi sebagai berikut.
a. Pasar persaingan sempurna merupakan struktur pasar atau industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, setiap penjual atau pembeli tidak dapat mempengaruhi harga (harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan).
Ciri-cirinya :
Terdapat banyak penjual dan pembeli, dan keduanya tidak dapat menentukan harga.
Barang yang diperjualbelikan bersifat homogen/sama/serupa dan merupakan pengganti sempurna antar barang tesebut. Seperti hasil pertanian.
Ada kebebasan/kemudahan untuk mendirikan dan membubarkan perusahaan (mudah menjadi penjual)
Sumber produksi bebas bergerak kemanapun (pindah ke tempat yang lebih menguntungkan.
Pembeli dan penjual mempunyai pengetahuan sempurna mengenai pasar, seperti karakteristik barang dan harga.

b. Pasar Monopoli, merupakan bentuk pasar dimana hanya terdapat satu penjual saja dan penjual yang mempengaruhi harga.
Ciri-cirinya :
Hanya terdapat satu penjual, dimana penjual dapat menguasai penentuan harga dan pembeli dapat dirugikan.
Barangnya tidak mempunyai pengganti yang sempurna seperti listrik, minyak, air, telepon
Sulit untuk mendirikan perusahaan, seperti terbatas oleh peraturan, teknologi, keuangan.

c. Pasar Oligopoli, merupakan pasar dimana terdapat beberapa penjual dan dapat terjalin kerjasama antar penjual.
Ciri-ciri :
Hanya beberapa penjual atau perusahaan yang memproduksi
Produk yang dijual
bersifat standar/bahan mentah (seperti baja, zat-zat kimia, bahan bakar, bahan bangunan)
Bersifat berbeda corak/bahan akhi (seperti mobil, rokok, barang elektronik)
Terjalin kerjasama penjual, seperti menentukan harga dan daerah pemasaran
Relatif sulit mendirikan perusahaan, seperti terbatas teknologi dan keuangan
Promosi dilakukan oleh perusahaan yang menghasilkan berbeda corak.

d. Pasar Persaingan monopolistik, merupakan bentuk pasar dimana terdapat banyak penjual/produsen yang menghasilkan barang yang berbeda corak.
Ciri-ciri :
Terdapat banyak produsen/penjual, tapi tidak sebanyak pasar persaingan sempurna
Barangnya bersifat aneka corak/bervariasi dan merupakan pengganti yang dekat (80% banyak dijumpai) seperti kosmetik, fashion, perabot rumah tangga, makanan, dll)
Penjual mempunyai sedikit kekuasaan dalam mempengaruhi harga
Relatif mudah untuk mendirikan perusahaan.
Penjual melakukan promosi yang aktif seperti iklan, discount, hadiah.

INFLASI
Inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga untuk meningkat secara umum dan terus-menerus.
Kenaikan tingkat inflasi akan menurunkan pendapatan riil masyarakat, daya beli akan menurun dan masyarakat cenderung mengurangi konsumsi.
Indikator yang umum digunakan untuk menggambarkan pergerakan harga disebut Indek Harga Kunsumen (IHK), yaitu :
Indeks biaya hidup, melalui barang kebutuhan pokok
Indeks harga perdagangan besar, seperti rumah, mobil, elektronik, dll)

Jenis-jenis Inflasi dapat dibedakan menjadi dua:
1.Inflasi Inti , yaitu inflasi yang dipengaruhi factor fundamental, seperti:
Interaksi permintaan – penawaran (kelebihan permintaan atau penawaran).
Lingkungan Eksternal : nilai tukar, ketularan dari luar negeri, harga komoditi internasional, inflasi mitra dagang.
Ekspektasi dari pedagang dan konsumen.

2. Inflasi Non Inti, yaitu inflasi yang dipengaruhi selain factor fundamental, seperti:
Inflasi Volatile Food, yang dipengaruhi shocks dalam kelompok bahan makanan seperti panen, gangguan alam, gangguan penyakit.
Inflasi Administered yang dipengaruhi shocks berupa kebijakan harga Pemerintah, seperti harga BBM, tarif listrik , tarif angkutan. (Bank Indonesia)

Kebijakan pemerintah mengatasi inflasi :
1.Politik fiskal, yaitu dengan menaikkan pajak dan mengurangi pengeluaran pemerintah
2.Politik moneter, yaitu mengatur suku bunga, dapat mempengarhui jumlah uang yang beredar , pembatasan kredit.
3.Politik harga dan upah, yaitu pengendalian harga dan upah
4.Politik produksi, yaitu peningkatan hasil hasil produksi dalam negeri (subsidi)
5.Politik perdagangan luar negeri, yaitu ekspor –impor dan kerjasama internasional
6.Politik sosial/perburuhan, yaitu peningkatan kesejahteraan karyawan.

UANG

Definisi Uang
Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar. Dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa.

Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang

Fungsi Uang :
1.Sebagai alat satuan pengukur nilai (rupiah dollar, yen,)
2.Sebagai alat tukar menukar (jual beli)
3.Sebagai alat penimbun/penyimpan kekayaan

Surat Berharga :
Giro adalah suatu istilah perbankan untuk suatu cara pembayaran yang pengambilannya ada tanggal jatuh temponya
Cek adalah suatu istilah perbankan untuk suatu cara pembayaran yang pengambilannya tidak ada tanggal jatuh temponya
Saham menunjuk kepada bukti kepemilikan sebuah perusahaan (PT)
Saham ada yang diperjugalbelikan di bursa efek untuk PT yang go publik (terbuka)
Obligasi adalah suatu pernyataan utang yang disertai janji untuk membayar kembali pokok utang beserta bunganya pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran.

PENDAPATAN NASIONAL
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.

Beberapa konsep dalam pendapatan nasional, yaitu :
1.Produk Domestik Bruto (PDB) adalah jumlah produk barang dan jasa yang dihasilkan di dalam suatu wilayah negara (domestik) baik itu perusahaan asing mau pun domestik dalam jangka waktu selama satu tahun.
2.Produk Nasionl Bruto (PNB) adalah jumlah produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh seorang warga negara termasuk hasil produk dari warga negara yang berada di luar negeri tatapi bukan dari hasil perusahaan asing yang berada di dalam negeri.
3. Produk Nasional Neto (PNN) jumlah produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara dikurangi oleh depresiasi atau penyusutan barang modal.
4. Pendapatan Nasional Neto (PENN) adalah jumlah pendapatan yang diterima warga negara sebagai pemilik faktor produksi.
5. Pendapatan Perseorangan (PI) adalah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat meskipun tidak melakukan kegiatan apa pun.
6. Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI) adalah pendapatan yang siap untuk dibelanjakan untuk membeli barang dan jasa.

Pendapatan Nasional dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
1. Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan yang diterima rumah tangga, yaitu

PN = upah+bunga+sewa+keuntungan.

2. Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara selama satu periode tertentu.

PN = Hasil penjualan

3. Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran dalam suatu negara selama satu periode tertentu.

PN = C + I + G + (X – M)

PEMBANGUNAN EKONOMI
Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara.
Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.

PERTUMBUHAN EKONOMI
Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan sanional. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi

Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan dan teknik

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi :
1. Faktor ekonomi terdiri dari :
a. Sumber daya alam, yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan tanah, keadaan iklim/cuaca, hasil hutan, tambang, dan hasil laut
b. Sumber daya manusia melalui jumlah dan kualitas penduduk. Jumlah penduduk yang besar merupakan pasar potensial untuk memasarkan hasil-hasil produksi, sementara kualitas penduduk menentukan seberapa besar produktivitas yang ada.
c. Sumber daya modal, dalam bentuk pembentukan modal dan investasi ditujukan untuk menggali dan mengolah kekayaan.
d. Keahlian dan kewirausahaan, dibutuhkan untuk mengolah bahan mentah dari alam, menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi (disebut juga sebagai proses produksi).

2. Faktor nonekonomi mencakup kondisi sosial kultur yang ada di masyarakat, keadaan politik, dan sistem yang berkembang dan berlaku.

Universitas Bandar Lampung

Orange Water

Google+