Koori Nagawa Network. Diberdayakan oleh Blogger.

PENGANTAR ILMU POLITIK (P.I.P)

KONSEP POLITIK


Bhs Yunani:
“POLIS” à Negara Kota, “POLITES” à warga negara,
“POLITIKE TECHNE” à Kemahiran Politik, “POLITIKE EPISTEME” à ILMU POLITIK

Apakah Politik Itu?
Menurut Aristotle
Politik adalah usaha bersama yang dilakukan oleh warga negara dalam membicarakan dan mewujudkan kepentingan umum/ bersama bagi setiap warga negara.
Karena itu setiap kebijakan haruslah bernilai normatif (apa yang sebaiknya dilakukan) dan etis (apa yang harus lakukan dan ditinggalkan)


THOMAS HOBBES;
Politics is ….. Power!


PLATO:
Politik adalah suatu sistem kekuasaan yang dipegang dan dijalankan oleh kaum aristokrat (kaum bijak) yang dipilih lewat proses keputusan bersama, dan didalamnya tidak ada kediktatoran

H. D. LASWELL:
Politik adalah perjuangan untuk mencapai kekuasaan.
Karena itu poltik adalah who gets what, when and how (siapa mendapatkan apa, bilamana dan bagaimana cara mendapatkan sesuatu tersebut)

MONTESQUIEU:
Politik itu adalah bagaimana fungsi-fungsi pemerintahan bisa dimasukkan ke dalam kategori legislatif, eksekutif dan yudikatif.
Pendapatnya ini sebagai awal berkembangnya konsep sparation of power dan distribution of power (Trias Politica)

G. WASHINGTON:
Politik adalah sistem kekuasaan yang di dalamnya tidak boleh ada kediktatoran/ kekuasaan mutlak, melainkan didalamnya harus terdapat perpindahan kekuasaan dari satu tangan ke tangan lainnya dengan cara damai

ILMU POLITIK

Adalah cabang pengetahuan masyarakat yang mempelajari berbagai gejala dalam kehidupan masyarakat dengan pusat perhatiannya pada perjuangan manusia dalam mencari, mempertahankan atau memperbesar kekuasaan guna mencapai apa yang diinginkannya (The Liang Gie)
Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengendalikan perilaku dan nasib pihak lain.

POLITIK TEORITIK DAN POLITIK PRAKTIS

Theortical Politics à membahas tentang azas-azas dan ciri yang khas dari suatu negara tanpa membahas aktivitas dan tujuan-tujuan yang hendak dicapai negara
Applied Politics à mempelajari negara sebagai suatu lembaga yang bergerak dengan fungsi-fungsi dan tujuan-tujuan tertentu yakni negara sebagai lembaga yang dinamis.
Pendekatan Ilmu Politik
Pendekatan Institusional
Pendekatan Fungsional’
Pendekatan Hakikat Politik
Pendekatan Ilmu Politik
Pendekatan Institusional
Pendekatan Fungsional’
Pendekatan Hakikat Politik
Pendekatan Institusional
Pendekatan Fungsional’
Pendekatan Ilmu Politik
Pendekatan Hakikat Politik
Pendekatan Institusional

Ilmu Politik à ilmu yang mempelajari lembaga-2 politik spt negara, pemerintah, DPR, dan lain-lain.
Ilmu yang mempelajari tentang asal-usul, bentuk-bentuk dan proses-proses negara dan pemerintah.
Penyelidikan tentang negara meliputi: hakikat, asal-mula dan atribut-2 esensial negara, cara kerja pemerintah dan fungsi-fungsi pemerintahan.
Ilmu Politik menyelidiki negara dalam keadaan bergerak.

Pendekatan Fungsional
Mempelajari politik tidak hanya dari aspek institusinya saja, melainkan juga fungsi apa yang dimainkan oleh institusi tersebut.
Lembaga-2 politik saling berhubungan dan berkaitan (tidak saling asing)
Lembaga politik merupakan sesuatu yang dinamis dan tidak terlepas dari pengaruh faktor-faktor luar.

Pendekatan hakikat Politik
Hakikat politik adalah Kekuasaan
Setiap kegiatan politik selalu didasrkan pada kekuasaan
Politik à adalah cara untuk memperoleh kekuasaan dan teknik menjalankan kekuasaan tersebut maupun kontrol atas suatu kekuasaan.

Pendekatan Hakikat Kekuasaan Politik dibagi 3:
Postulasionil Approach à Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari manusia yang berusaha memperoleh kekuasaan untuk mencapai kemakmuran
Psychological Approach à Terdapat hasrat-hasrat dan motif-2 pribadi untuk menggunakan suatu kekuasaan
Sociological Approach à Kekuasaan merupakan gejalan sosial yang ada dalam masyarakat. Kekuasaan dapat menjelaskan kedudukan masyarakat dimana kekuasaan itu ada.

Kaitan Ilmu Politik dan Ilmu-Ilmu Lainnya

Ilmu Politik dan Ilmu Ekonomi
Kehidupan Politik dan Ekonomi senantiasa jalin-menjalin dan saling mempengaruhi
Aktivitas Politik amat sulit dipisahkan dari tujuan ekonomi, Aktivitas ekonomi juga perlu didukung oleh tindakan politik

Ilmu Politik dan Ilmu Hukum
Hukum terbentuk karena adanya kompromi dari berbagai kepentingan politik yang ada
Politik akan berjalan dengan indah kalau didasari oleh hukum yang adil

Alasan-2 Mempelajari Ilmu Politik
Scientific Reasons (Pertimbangan Ilmiah), menambah pengetahuan yang lebih dalam mengenai banyak hal yang bersinggungan dengan hal ihwal politik. Mulai proses interaksi keilmuan, perkembangan paradigma dan teori, serta akibat yg muncul dari penerapan teori ataupun ideologi bagi masyarakat.
Professional Reasons (Pertimbangan Profesional), sebagai alat menerapkan ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah sehari-hari
Political Reasons (Pertimbangan Politis), alat ukur menguji apakah pemerintah telah menggunakan kebijakan yang cocok untuk mencapai tujuan yang benar dengan perangkat politis yang dimilikinya.

Asumsi-Asumsi Politik
Setiap masyarakat menghadapi kelangkaan dan keterbatasan sumber-sumber sehingga konflik timbul dalam proses penentuan distribusi.
Kelompok yang dominan dalam masyarakat ikut serta dalam proses pendistribusian dan pengalokasian sumber-sumber melalui keputusan politik sebagai upaya menegakkan pelaksanaan keputusan politik.
Pemerintah mengalokasikan sumber-sumber yang langka pada beberapa kelompok atau individu, atau tak mengalokasikan sumber-sumber itu kepada kelompok atau individu yang lain.
Ada tekanan terus-menerus dari pihak-pihak yang merasa tidak puas untuk mengalokasikan sumber-sumber yang langka.
Meluasnya tekanan-tekanan mengakibatkan kelompok atau individu yang mendapatkan keuntungan dari pola distribusi berupaya keras untuk mempertahankan struktur yang menguntungkan
Makin mampu penguasa meyakinkan masyarakat umum bahwa sistem politik yang ada memiliki keabsahan (legitimasi) maka makin mantap kedudukan penguasa dan kelompok yang diuntungkan dalam perjuangan mereka menghadapi golongan yang menghendaki perubahan.
Politik tetapi merupakan the art of the possible, banyak kebijakan ideal yang dimaksudkan untuk memecahkan persoalan yang dihadapi masyarakat ternyata hanya berupa pemecahan yang bersifat semu.
Dalam politik tidak ada yang serba gratis. Setiap usul kegiatan untuk memecahkan masalah selalu mengandung unsur untung-rugi.
Peranan penting yang dimainkan manusia dalam proses politik. Konflik untuk mendapatkan atau mempertahankan sumber-sumber yang langka menjadi konflik antar manusia sebagai individu atau kelompok.
Politik dalam Praktek Kehidupan Sehari-hari
Pemerintah mengatur masyarakat melalui pajak, berlalu lintas, bersekolah, hingga urusan perpakiran
Kewenangan pemerintah untuk mengatur dan memaksa terlihat dari adanya sangsi serta denda apabila tidak menaati
Secara personal, kita sebagai warga bisa melakukan protes apabila aturan tersebut tidak dijalankan dengan semestinya

0 Responses to “PENGANTAR ILMU POLITIK (P.I.P)”:

Leave a comment

Universitas Bandar Lampung

Orange Water

Google+